Di atas lahan 3 ha, ribuan
bibit tanaman kehutanan dan perkebunan dalam polibeg ditata dengan rapi. Sejauh
mata memandang terlihat helaian daun berwarna. Di sisi yang lain beberapa bibit
siap salur tengah tengah diangkat oleh beberapa pekerja dimasukkan ke dalam
truk.
Demikian aktivitas yang
terlihat di kebun pembibitan milik Zulkifli yang terletak di Jalan Agatis,
Kelurahan Bayaoge, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah . Berbagai
bibit tanaman kehutanan bisa diperoleh di kebun penangkaran tersebut seperti eboni,
gaharu, sengon, jabon, jati mas, jati putih, mahoni, cengkeh, kelapa dan kakao.
“Saat ini ada tersedia stok bibit tanaman perkebunan dan kehutanan siap salur
sebanyak 48.750 batang”, katanya.
Menurut pengusaha yang
usianya belum mencapai kepala tiga, ia mampu menyalurkan bibit hingga 30.000
bibit dalam satu bulan. “Kami telah mengirimkan bibit hampir ke seluruh daerah
di Sulawesi Tengah”, katanya. “baik untuk program pengadaan bibit oleh pemda
maupun untuk perusahaan”.
Namun ternyata bibit milik
Zulkifli tidak hanya merajai Sulawesi Tengah namun juga sudah merambah ke
daerah lain seperti Sulawesi Utara, Kalimantan Timur. “Bibit tanaman yang kami
kirim keluar Sulawesi tengah umumnya adalah eboni”. Bahkan salah satu eboni
tangkarannya saat ini ditanam di istana Bogor. Zulkifli bahkan hampir tidak
percaya ketika mendapatkan permintaan bibit untuk menjadi bagian dari simbol kebesaran negara tersebut.
Gambar. Bibit Ebony
Dengan luasan penangkaran
hingga 3 ha, dengan tanaman yang ditangkarkan lebih dari 20 jenis menjadikan CV
Kalapata, perusahaan miliki entrepreneur muda tersebut, penyedia bibit
terlengkap. Untuk memberikan jaminan bagi konsumen seluruh bibit yang
disalurkan telah mendapatkan sertifikasi dari balai perbenihan. CV Kalapata
juga memiliki Tanda Registrasi Usaha Perbenihan sebagai syarat legalitas yang
harus dimiliki perusahaan yang ingin memasarkan bibit bermutu.